Chairil Anwar: Deru Campur Debu) Berbicara mengenai lapis makna suatu puisi yang membicarakan tentang unsur intrinsik atau tubuh puisi tersebut, kita tidak bisa terlepas dari unsur yang berada di luar struktur tersebut (unsur intrinsik). Berkaitan dengan puisi Chairil Anwar ini, perlu dijelaskan sedikit mengenai sejarah penulisan puisi ini. Kumpulanpuisi selamat tinggal perpisahan paling sedih. Ini muka penuh luka siapa punya. Selected Poems 1963 The Complete Poems of Chairil Anwar. Pada artikel ini saya akan menganalisis dua buah puisi terkenal yaiu puisi Chairil Anwar yang berjudul Selamat Tinggal dan puisi oleh Kahlil Gibran yang berjudul Perpisahan Sabahat. Selamatdatang di dunia Repelita Panggabean, tulisanku bisa jadi wawasanmu! Laman. World nd Art. Beranda; About Me; My Creativity; My Art; Kebidanan; Minggu, 14 Juli 2013. puisi chairil anwar Tak Sepadan Aku kira: Beginilah nanti jadinya Jadi baik juga kita padami Unggunan api ini Karena kau tidak 'kan apa-apa Aku terpanggang tinggal Vay Tiền Nhanh. Aku berkaca Bukan buat ke pesta Ini muka penuh luka Siapa punya? Kudengar seru-menderu — dalam hatiku? — Apa hanya angin lalu? Lagu lain pula Menggelepar tengah malam buta Ah............!!! Segala menebal, segala mengental Segala tak kukenal............ Selamat tinggal...............!!! 12 Juli 1943 Aku berkaca Ini muka penuh luka Siapa punya? Kudengar seru menderu — dalam hatiku? — Apa hanya angin lalu? Lagu lain pula Menggelepar tengah malam buta Ah ..................?? Segala menebal, segala mengental Segala tak kukenal ................!! Selamat Tinggal ................!! Sumber SELAMAT TINGGAL Aku berkaca Ini muka penuh luka Siapa punya? Kudengar seru menderu .....dalam hatiku? ..... Apa hanya angin lalu? Lagu lain pula Menggelepar tengah malam buta Ah.....................................?? Segala menebal, segala mengental Segala tak kukenal .................................!! Selamat Tinggal ...............................!! - Selamat Tinggal adalah salah satu puisi karya Chairil Anwar yang tidak bisa kupahami. Di benakku susunan kata-katanya tidak runtut. Bagaimana alur cerita dari puisi tersebut tidak kumengerti. Saat mengatakan "Aku berkaca" terus diikuti kata-kata "Ini muka penuh luka. Siapa punya?" Apakah yang dimaksudkan. Lukanya berasal dari mana? Apakah luka karena perang ataukah luka secara psikis. Siapa punya? Ini pertanyaan buat siapa? Ataukah sekedar pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Ataukah dia merasa tidak ada seorang pun yang memilikinya atau berharap akan kehadirannya. Ada nada keputuasaan. Seolah-olah tidak ada orang lain yang punya harapan padanya. Kudengar seru menderu .....dalam hatiku? ..... Apa hanya angin lalu? Bagaimana ceritanya kok dilanjutkan dengan bait-bait seperti ini. Apa hubungannya dengan bait pertama, Kelihatan meloncat-loncat alur ceritanya, Ini setidaknya menurut saya. Bagaimana mungkin menganggap gemuruhnya hatinya sekedar angin lalu. Apakah yang dimaksudkan, dia mulai gelisah. Gugup. Mulai kehilangan kesadaran. Lagu lain pula Menggelepar tengah malam buta Lagu lain apa yang menggelepar di tengah malam buta. Selain kegelisahan yang dirasakannya apakah semakin bertambah dengan hadirnya bunyi-bunyian lain yang entah..dianggap memekakan telinga atau setidaknya membuat dirinya makin gundah. Gelisah, Semakin tidak terkendali. Sampai akhirnya dia mulai menyerah. Ah.....................................?? Segala menebal, segala mengental Segala tak kukenal .................................!! Selamat Tinggal ...............................!! Apanya yang menebal apanya yang mengental. Apakah kesadarannya mulai nyaris hilang. Tidak mampu merasakan apa-apa lagi. Tidak bisa mengenali dirinya sendiri. Tidak bisa mengenali orang lain, Semakin melemah. Merasa sendiri. Sampai akhirnya hanya menyisakan kata-kata "Selamat Tinggal...................." Mudah-mudahan dengan sedikit senyum di bibir. SELAMAT TINGGAL Karya Chairil Anwar Versi KT* Aku berkaca Bukan buat ke pesta Ini muka penuh luka Siapa punya? Kudengar seru-menderu – dalam hatiku? – Apa hanya angin lalu? Lalu lain pula Menggelepar tengah malam buta Ah…!!! Segala menebal, segala mengental Segala tak kukenal…. Selamat tinggal…!!! 12 Juli 1943 Chairil Anwar *KT ā€œKerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus SELAMAT TINGGAL Karya Chairil Anwar Versi NA* perempuan…. Aku berkaca Ini muka penuh luka Siapa punya? Kudengar seru menderu – dalam hatiku? – Apa hanya angin lalu? Lalu lain pula Menggelepar tengah malam buta Ah…!!! Segala menebal, segala mengental Segala tak kukenal…. Selamat tinggal…!!! 12 Juli 1943 Chairil Anwar *NA Naskah Asli Beri peringkat AhokAyah Marshanda PengemisChairil AnwarLukaMeninggalOlga SyahputraPamitPuisiPuisi CerminPuisi Chairil AnwarPuisi KematianPuisi NormantisPuisi Perjuangan PahlawanSaipul JamilSelamat Tinggal BERANI NONTON VIDEO NORMANTIS? KLIK AJA!KARYA TERBARU Mau dapat update Puisi Normantis tiap hari? Bergabung dengan pelanggan lain

puisi selamat tinggal chairil anwar